saat itu memang tidak menjawab dengan banyak ekspresi dan kata seperti biasa nya .
hanya "baik ..." . kau tau kenapa ?
aku ingin menjadi pendengar di waktu yang tepat , terbuka lebar untuk cerita mu , itu lebih baik daripada kau harus cerita pada yang lain , khawatir ndak "aman" .
aku ingin sedikit membantu meringankan beban pikiran mu , agar fokus pada amanah yang lain nya , memenuhi hak orang tua , yang lebih prioritas untuk mu . agar ibuk senang kan .
aku iya iya saja atau baik baik saja , bukan berarti aku bisa menghandle itu semua . ndak mudah . sungguh ndak mudah menyatukan atau mengkoordinir banyak ide dan ego sekitar .
aku , yang bahasa arab nya paling terbelakang , yang makhroj dan tajwid amburadul , yang ndak pandai dalam menangkap materi ngaji . berbekal khusnudzon saja kalau ini kehendak Nya . apapun yang datang pada ku adalah kehendak Nya , maka aku manut saja , menerima sembari menguatkan doa agar diri ini dimampukan , tiada daya dan upaya selain dari Nya .
semoga yang terbaik untuk mu selalu . kami (terdekat mu) tanpa topeng , akan menjaga ini baik baik , kamu jangan korbankan dirimu (keluarga mu) lagi , sudah saat nya , harapan itu disemai jadi bahagia . bersabar lah .
dalam perlawanan pada keterbatasan , maret hari ketiga | khoirunnisa m. sirri
No comments:
Post a Comment